Dua buku berkualitas karya Forum Lingkar Pena Malang

"Ada Kisah di Setiap Jejak" adalah buku kumpulan kisah nyata inspiratif, dan "Perempuan Merah dan Lelaki Haru" adalah buku kumpulan cerpen berkualitas. Hanya dijual online.

Ebook Gratis - Seminar - Workshop

Download Gratis Ebooknya di http://pustaka-ebook.com/pnbb-e-book-15-8-rahasia-sukses-ujian-nasional

Kebahagiaan dan Kedamaian Hati tergantung Keputusan Anda Sendiri

Kami hanya bisa membantu pribadi-pribadi yang mau berubah dan bersedia dibantu

Kripik untuk Jiwa - Renyah Dibaca, Bergizi dan Gurih Maknanya

Buku ringan berisi kiat-kiat mudah berubah menjadi bahagia dan membahagiakan

Inspirasi - Harmoni - Solusi

Berbagi inspirasi ... Membangun keselarasan ... Menawarkan solusi

Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Mei 2013

Anugerah Alergi


Beberapa waktu lalu saya menulis tentang penyakit masa kecil : Menyesal Tapi Tidak Menyesali.
Dua bulan yang lalu gejala alergi itu kambuh, setelah berpuluh tahun tidak mengalaminya. Gejalanya tidak sama persis, tapi awalnya sangat mirip. Hampir pada seluruh jari-jari kaki saya muncul benjolan kecil bernanah, sangat sakit, cekot-cekot. Ketika pecah rasanya sangat perih. Setelah pecah dan mengering muncul benjolan kecil lain di tempat yang sama, atau di tempat lain sekitar jari kaki.


Dengan awal yang sama seperti sakit saat masih kecil dulu saya menduga alergi saya kambuh, maka saya berhenti dulu makan daging ayam,telur, dan segala mahluk laut. Ternyata benjolan kecil masih terus bermunculan, hingga saya bertemu dan berkonsultasi dengan teman yang seorang herbalist. Dia menyarankan saya untuk berhenti makan segala macam daging, segala macam telur, mahluk laut, dan mengurangi konsumsi gula. ALHAMDULILLAH berangsur-angsur benjolan kecil di kaki saya berkurang, sampai akhirnya tidak ada sama sekali di jari-jari kaki.
Saya harus benar-benar menghindari aneka macam daging, telur dan mahluk laut sepanjang hidup atau harus segera mengobati alergi itu.

Dengan metode pengobatan atau terapi yang saya pelajari sebenarnya saya bisa mencoba menghilangkan alergi itu, tapi saya memilih untuk tidak melakukannya. Saya memilih untuk tetap mempertahankan alergi itu karena menganggapnya sebagai anugerah.

Saya sangat bersyukur ALLOH memberi saya sakit kulit seperti itu. ALLOH memberi saya sensor untuk menghindari makanan tertentu. Bukankah aneka daging, telur dan sea food, serta terlalu banyak gula adalah penyebab penyakit-penyakit berat seperti kelebihan kolesterol, darah tinggi, jantung, asam urat, diabetes dan semacamnya?

Bila orang lain berhenti makan daging, telur dan sea food karena penyakit dalam yang berat, saya berhenti makan aneka makanan itu karena penyakit kulit yang tidak berbahaya.

Nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan?

Selasa, 23 April 2013

Trauma yang Bermanfaat




Seorang gadis kecil sedang makan bersama dengan beberapa saudaranya di ruang tamu rumahnya. Sambil makan gadis ini asyik ngobrol dan bercanda, meskipun beberapa kali ditegur ibunya agar tidak banyak bercanda saat sedang makan. Tiba-tiba gadis kecil ini berhenti makan, melempar piring makannya dan memuntahkan isi mulutnya. Ternyata di atas nasi di piringnya ada satu setengah ekor anak tikus yang masih berwarna merah tanpa bulu. Sebagian badan anak tikus itu sudah terkunyah si gadis kecil, yang kemudian dia muntahkan.

Karena sibuk bercanda sang gadis kecil tidak memerhatikan makanannya sehingga tidak menyadari dua ekor anak tikus jatuh dari atap rumah yang tanpa langit-langit dan mendarat persis di atas nasi di piringnya. Dia merasa aneh dan sadar  saat merasa mengunyah daging padahal dia tahu bahwa lauknya hanya tahu dan sambal. Bayangkan bagaimana perasaan sang gadis kecil!

Sejak saat itu sang gadis kecil tidak mau makan daging yang berlemak apalagi jerohan. Bila terpaksa dia hanya mau makan daging yang dimasak kering tanpa lemak.

Gadis kecil itu sekarang sudah berusia kepala tujuh. Sang gadis kecil sudah menjadi nenek sehat yang aktif. Sepanjang hidupnya, sejak peristiwa itu, dia tidak pernah makan daging berlemak, dan jerohan, sehingga dia tidak pernah sakit darah tinggi, kelebihan kolesterol, asam urat, maupun gula darah. Nenek yang sehat dan aktif ini mendapat  pengalaman yang mengerikan sehingga mengalami trauma, namun itu justru bermanfaat bagi hidupnya, bagi kesehatannya.


Nenek sehat yang aktif itu adalah Ibunda mertua saya yang sangat kami hormati. Ternyata tidak semua trauma merugikan. Karena itu, meskipun saya bisa mencoba mengobati trauma beliau, saya menyarankan untuk tidak menghilangkannya. Trauma yang beliau alami telah membantu menjaga kesehatan, trauma yang bermanfaat.

Kamis, 22 November 2012

Tak Mau Berobat Karena Menikmati Sakit


Sejak kecil saya bercita-cita menjadi dokter, mungkin karena Ibu seorang Bidan sehingga sering sekali saya bertemu dengan dokter yang gagah dengan baju putih berkalung stetoskop. Saat SMP saya berpikir ulang tentang cita-cita saya karena ternyata saya membenci pelajaran biologi yang banyak hapalannya, genus-species dan turunan-turunannya.

Sekarang, berpuluh tahun sejak membuang keinginan menjadi dokter, saya menemukan bahwa ternyata di pikiran bawah sadar saya tetap bermimpi menjadi dokter, berbuat sesuatu untuk mengobati orang lain. Beberapa tahun terakhir saya banyak berinvestasi materi maupun waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu pengobatan, meskipun bukan ilmu pengobatan formal medis ala dunia barat. Bukankah NLP, Egostate Therapy, SEFT, Hijamah, ilmu herbal, bisa digunakan untuk membantu mengobati orang yang sakit?

Ternyata dulu saya ingin jadi dokter bukan semata ingin gagah berbaju putih berkalung stetoskop. Ternyata saya ingin jadi dokter karena melihat dokter-dokter itu tampak bahagia bisa berbuat sesuatu membantu orang yang sakit.

Dengan beberapa ilmu yang saya pelajari, saya bisa mengobati diri sendiri saat mengalami beberapa gangguan fisik. Namun anehnya saya tidak melakukan itu, pun tidak mendatangi dokter untuk berobat. Saya memilih untuk sakit.

Untuk gangguan kesehatan pada level tertentu saya memilih untuk tidak mengobatinya. Selain saya yakin bahwa ALLOH sebenarnya sudah menciptakan obat dalam tubuh saya, saya juga memilih untuk menikmati sakit saya. Saya tidak mengeluh, saya tidak merintih, karena saya benar-benar menikmati sakit itu.

Dengan menikmati sakit lebih mudah bagi saya bersyukur saat sakit itu diangkat ALLOH.
Dengan menikmati sakit saya bisa melatih kesabaran saya.
Dengan menikmati sakit saya lebih waspada dan awas dalam bersikap agar terhindar dari sakit-sakit yang berat. Saya jadi lebih mudah mengubah pola makan saya menjadi lebih sehat, lebih mudah termotivasi untuk berolah-raga
Saya menikmati sakit sambil istighfar memohon ampunanNYA. Bukankah sakit itu melebur dosa? Bila kita segera berobat dan ingin segera sembuh hanya sedikit dosa kita yang terkurangi.

Pada level berapa sakit yang saya nikmati dan tidak saya obati? Selama sakit saya tidak mengganggu orang lain, orang-orang di sekitar saya yang saya sayangi, selama sakit itu tidak mengganggu kegiatan saya bermanfaat bagi orang lain, selama tidak menghalangi saya menunaikan amanah dan kewajiban. Lebih dari itu saya akan berusaha mengobati sakit saya, sendiri atau meminta bantuan orang lain.